Kota Semarang
Monumen bersejarah yang terletak di tengah kota adalah Tugu Muda yang dibangun untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang pada tanggal 14 - 19 Oktober 1945 melawan Tentara Jepang yang banyak menelan korban generasi muda.Monumen ini dibuat berbentuk lilin pada kaki-kakinya terdapat beberapa relief yang menggambarkan penderitaan rakyat pada masa itu. Monumen ini diresmikan pada tanggan 20 Mei 1953 oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno .
Tempat lainnya yang mudah dijangkau dari penjuru kota adalah Simpang Lima , tempat ini terletak di tengah kota di persimpangan Jl. Pahlawan, Jl. Pandanaran, Jl. Gajahmada, Jl. KH.Achmad Dahlan dan Jl. A. Yani. Obyek wisata alam Goa Kreo terletak di Dukuh Talun Kacang, Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati sekitar 13 km dari Tugumuda ke arah Selatan, berada di lereng bukit dengan ketinggian 350 di atas permukaan air laut . Disekitar Goa Kreo ini terdapat hamparan sawah yang luas, tebing-tebing curam penuh pepohonan dan sungai jernih berbatu sehingga tercipta panorama yang indah. Untuk mencapai mulut Goa ini harus menuruni anak tangga yang cukup banyak. Menurut legenda Goa Kreo merupakan petilasan Kanjeng Sunan Kalijaga yang singgah ketika mencari kayu jati untuk membangun masjid Demak dibantu empat ekor kera yang konon merupakan cikal bakal kera-kera yang hidup di Goa Kreo hingga sekarang . Disebelah Utara Goa Kreo terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak mengenal kemarau. Untuk sampai di air terjun ini harus melalui tangga yang curam. Disamping memiliki pemandangan yang indah Goa Kreo juga dilengkapi sarana-sarana lain seperti tempat bermain anak-anak.
Dua museum terkenal di Semarang adalah Museum Nyonya Meneer yang didirikan pada tanggal 18 Januari 1984 menyimpan berbagai koleksi benda budaya tentang jamu. Terletak di Jl. Kaligawe dan Museum Rekor yang menyimpan / mengoleksi Catatan Rekord maupun prestasi luar biasa yang dimiliki oleh orangorang Indonesia. Di bagian Utara Kota Semarang, berdekatan dengan Kawasan Pekan Raya Promosi dan Pembangunan ( PRPP ) Jawa Tengah terdapat Puri Maerokoco , miniatur Jawa Tengah yang terletak di jalan Tawang Mas. Di Kelurahan Purwosari Kecamatan Mijen ini pada konsep awalnya dimaksudkan sebagai langkap antisipatif terhadap kecenderungan kebutuhan wisatawan untuk kembali kepada keadaan alami (back to nature). Lokasi agro ini meliputi dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian 220 - 300 m/ DPL, sedangkan kondisi tanah ¾ relief kasar dan kemiringan 15 - 16 %, ¾ Latosol coklat dan sebagian mediteran coklat tua. Luas kawasan areal agro ini adalah seluruh Kelurahan Purwosari yakni ± 152.570 ha dengan pembagian tanah menurut penggunaannya untuk persawahan, tegalan pekarangan dan lain-lain. Sedangkan asset yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang adalah berupa tanah eks bengkok seluas ± 40 ha dengan lokasi tersebar diarea tersebut. Banyak pemandangan ( spot ) yang menarik di kawasan Agro Sodong ini. Dilihat dari Dukuh Sodong / Pintu Gerbang Tambangan dapat dilihat hamparan persawahan yang luas dengan teraseringnya yang dilatar belakangi kaki Gunung Ungaran serta nuansa pedesaan yang alami. Dilihat dari Open Theatre Dukuh Gilisari dapat dilihat hijaunya hutan jati dan karet.


10.29
Jimny Nekat
, Posted in
